Penulis | Shafira

Diperbarui |

Kategori | Marketing

Strategi Product Market Fit, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

Sudahkan Anda memahami strategi product market fit? Ya, ini merupakan salah satu istilah dimana sering digunakan dalam suatu bisnis terutama bisnis strartup. Sebab merupakan fase cukup penting dimana akan menentukan tingkat kesuksesan bisnis di masa mendatang.

Apabila nantinya product market fit (PMF) mengalami kesuksesan maka bisa menunjukkan bahwa produk tersebut sudah diterima oleh pihak pelanggan. Adapun beberapa contoh indikator dari keberhasilan kegiatan tersebut diantaranya adalah konsumen sukarela dalam merekomendasikan produk jualan Anda tersebut.

Strategi Dalam Menjalankan Product Market Fit

Pengertian Strategi Product Market Fit

Walaupun menjadi salah satu istilah yang sudah tidak asing buat sebagian besar orang tetapi bagi masyarakat awam ternyata juga masih cukup asing. Dimana product market fit sendiri merupakan sebuah konsep atau fase yang mana pelanggan dari perusahaan mempunyai keinginan buat membeli sekaligus menggunakannya.

Tidak hanya menggunakannya saja tetapi mereka biasanya juga dengan sukarela mau menyebarluaskan atau merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain. Biasanya semakin banyak orang melakukannya, tentu pertumbuhan perusahaan juga akan mengalami peningkatan semakin bagus.

Tentu saja hal tersebut akan langsung berdampak pada adanya peningkatan keuntungan dari perusahaan. Apabila disederhanakan maka istilah tersebut adalah sebuah kondisi dimana bisnis bisa masuk ke dalam pasar, diterima hingga berhasil memilih target pelanggan sesuai dengan sasaran sebelumnya.

Cara Mengukurnya

Sudah memahami bagaimana pengertian dari istilah diatas tentu Anda harus memahami cara melakukan pengukurannya juga. Ternyata terdapat beberapa cara yang bisa digunakan buat melakukan pengukuran tersebut diantaranya adalah

Net Promoter Score

Dalam berbisnis, kepuasan pelanggan adalah nomor satu. Oleh sebab itulah net promoter score menjadi salah satu metode yang paling cocok buat digunakan mengukur konsep satu ini. Dengan NPS itulah maka pengusaha dapat mengetahui feedback dari pelanggan terkait produk.

Tidak hanya itu saja, NPS itulah juga bisa menunjukkan seberapa tinggi minat dari pelanggan buat merekomendasikan product bersangkutan kepada orang-orang terdekat. Jika nilainya rendah, maka anda dapat mencari cara buat meningkatkannya.

Customer Lifetime Value

Adapun cara lainnya yang bisa Anda gunakan buat mengetahui konsep tersebut yakni menggunakan metrik customer lifetime value. Nantinya dapat menunjukkan berapa banyak rata-rata keuntungan dimana didapatkan oleh konsumen dalam menggunakan produknya.

Apabila seseorang semakin lama menggunakan produk Anda, sebagai contohnya adalah sebuah aplikasi maka akan semakin tinggi juga keuntungannya. Tentu saja kemungkinan besar perusahaan mencapai product-market fit juga akan semakin tinggi.

Churn Rate dan Retention Rate

Ini adalah dua metrik dimana dapat Anda gunakan buat mengukur seberapa besar bisnis sudah mencapai konsep tersebut. Semakin tinggi churn rate maka dapat menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dari konsumen semakin rendah.

Sebaliknya kalau retention rate tinggi ternyata dapat menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan baik. Retention rate inilah akan menunjukkan berapa banyak orang dimana akan tetap menggunakan product dalam periode waktu tertentu sesudah pemakaian pertama.

Bounce Rate

Bounce rate adalah ukuran lainnya dimana juga dapat digunakan buat mencerminkan apakah suatu product telah mencapai posisi kecocokan antar produk dan pasar dari sebuah bisnis ataukah belum.

Apabila rate ini masih tinggi tentu memperlihatkan bahwa user cepat meninggalkan product tanpa pernah melakukan interaksi apapun. Idealnya, total nilai dari rate tersebut harus berada dibawah 60%

Strategi Dalam Menjalankan Product Market Fit

Pengertian Strategi Product Market Fit

Sudah memahami beberapa cara yang digunakan buat melakukan pengukuran konsep diatas bukan? perlu diketahui bahwa konsep tersebut memang sangat penting buat para pelaku bisnis terutama bagi Anda dimana baru menjalankan usaha di tahap awal.

Dengan memanfaatkan strategi itulah tentu dapat memahami apakah bisnis anda berhasil memberikan solusi kepada konsumen ataukah tidak. Namun perlu diketahui bahwa untuk menjalankan strategi tersebut ternyata tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Sebab apabila nantinya tidak tepat tentu akan membuat pemasaran kurang berhasil sehingga akan menyebabkan bisnis mengalami kerugian cukup besar. Oleh karena itulah, Anda perlu memahami beberapa tips dibawah buat menerapkan strategi ini.

Silahkan Uji Target Pasar Secara Cepat

Tips pertama dalam menerapkan konsep di atas adalah dengan melakukan pengujian target pasar dengan cepat. Kalau Anda mengulur waktu buat melakukan pengujian tersebut maka kemungkinan besar ketika product sudah dipasarkan maka tren pasar sudah mengalami perubahan.

Itu tentu akan mengakibatkan target market tidak bisa menerima produk sehingga nantinya dapat menyebabkan kerugian besar bagi sebuah perusahaan. Itulah pentingnya agar menentukan target pasar dahulu dengan cepat. Jika perlu lakukan di skala kecil dahulu dan kumpulkan feedback.

Value Propostion Harus Dipertajam

Penerapan value proposition dimana tepat tentu akan membuat bisnis Anda lebih menonjol sekaligus mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan competitor. Disinilah Anda dapat memperlihatkan ciri khas dari produk sehingga orang lain lebih mudah dalam mengenalinya.

Dampak apabila menonjolkan keunikan pada usaha Anda itulah ternyata akan membuat para konsumen kesulitan buat lepas pada product yang ditawarkan tersebut. Tentu itu akan berdampak pada jumlah penghasilan dari suatu perusahaan.

Ciptakan Produk Sesuai Dengan Kebutuhan Pelanggan

Pebisnis hendaknya memang harus memahami bagaimana kebutuhan dari setiap pelanggan. Jangan hanya melakukan pengembangan berdasarkan dengan pendapat pribadi saja karena hanya akan menyebabkan peluang keberhasilan menjadi abu-abu.

Agar konsep tersebut berhasil maka pelaku usaha sebaiknya membuat produk dimana benar-benar dibutuhkan oleh calon pelanggan. Sebelum melakukan pengembangannya itulah, maka kami sarankan agar melakukan identifikasi kebutuhan pelanggan.

Cobalah Lebih Fokus Terhadap Power User

Power user inilah menjadi elemen sangat penting dimana merupakan pelanggan setia dan loyal. Bukan hanya focus mendatangkan jumlah pelanggan baru saja tetapi Anda juga harus mempunyai focus buat menjaga para konsumen lama tersebut.

Selalu Mendengarkan Feedback dari Pengguna

Tips terakhir adalah sebagai seorang pengusaha yang professional maka kami sarankan Anda agar selalu mendengarkan feedback dari pengguna sebelumnya. Hal tersebut sangat penting terutama buat memahami seperti apakah keinginan dari target pasar nantinya.

Contoh dari Product Market Fit

Saat ini memang sudah ada banyak perusahaan dimana menerapkan konsep satu ini untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sampai disini, Anda pastinya juga penasaran perusahaan apa sajakah dimana telah sukses dalam menerapkan konsep tersebut bukan?

Berikut ini sejumlah perusahaan dimana sudah sukses dalam menjalankan konsep tersebut:

  • Netflix dimana merupakan perusahaan yang mampu menjaganya dari tahun ke tahun dengan sukses. Bahkan seiring dengan berkembangnya zaman, kehadirannya mampu beradaptasi bahkan memberikan layanan cukup murah.
  • Contoh berikutnya adalah Google dimana menjadi raksasa perusahaan yang selalu berhasil dalam mempertahankan kesuksesannya. Bukan hanya menawarkan mesin pencari saja tetapi juga layanan iklan seperti Adsense.

Apabila Anda sedang menjalankan suatu usaha maka jangan lupa juga buat menggunakan keberadaan resmi.net dimana digunakan sebagai platform untuk pengecekan paket alias tracking. Sudah paham bagaimana konsep dari strategi product market fit ini?


Ingin mengetahui posisi paket yang sudah dikirim? Gunakan layanan cek resi dari Resimu.net!

Tinggalkan komentar