Penulis | Shafira

Diperbarui |

Kategori | Marketing

Strategi Performance Marketing dan Manfaatnya untuk Bisnis

Belakangan ini teknologi pemasaran memang mengalami peningkatan yang cukup pesat, sekarang juga ada istilah Performance Marketing atau pemasaran yang menggunakan basis perfoma menjadi salah satu teknologi pemasaran yang sedang ramai dibincangkan.

Sebenarnya apa itu Performance Marketing? Mungkin itu yang akan anda tanyakan jika baru pertama kali mendengar istilah teknologi pemasaran yang satu ini. Untuk mengetahui tentang strategi pemasaran dengan perfoma, maka bisa untuk langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Startegi penasaran dengan Performance marketing

Pengertian Performance Marketing

Tentunya sebelum membahas istilah ini makin jauh, anda harus tahu terlebih dahulu tentang apa itu Performance Marketing?

Performance Marketing adalah istilah dalam strategi pemasaran online dan juga pengiklanan yang mengharuskan para pengiklan membayar sejumlah uang setelah tujuan iklan tercapai kepada jasa Iklan yang digunakan.

Jadi maksudnya Performance Marketing adalah sebuah jasa yang digunakan agar penyewa jasa ini mendapat tujuan bisnis yang diinginkan. Misalnya anda adalah seorang pebisnis yang menggunakan strategi pemasaran yang satu ini, maka anda baru akan membayar iklan kepada jasa yang digunakan jika tujuan bisnis sudah tercapai.

Nah, jika anda adalah seorang performance marketing atau bekerja di perusahaan dalam bidang ini maka wajib untuk memberikan hasil yang positif, seperti jumlah klik atau angka konversi pelanggan yang besar.

Strategi pemasaran yang satu ini akan memberikan  dampak yang lebih luas dan signifikan terhadap performa dan tujuan bisnis lebih menyeluruh.

Selain itu, pihak yang menggunakan strategi ini juga tidak akan mengeluarkan biaya yang sia-sia untuk melakukan iklan, sebab mereka sebagai pengguna strategi ini sudah mendapatkan hasil terlebih dahulu sebelum harus membayar sepeserpun.

Itulah dasar pengertian dari istilah pemasaran yang satu ini. Lantas bagaimana cara kerja dari strategi pemasarannya?

Cara Kerja Dari Performance Marketing

Untuk strategi pemasaran berbasis perfoma ini memang bisa diterapkan di berbagai platform, tapi yang paling sering digunakan adalah search engine Google, dan juga media sosial seperti Facebook. Platform iklan akan memilah iklan mana yang cocok untuk ditampilkan.

Pemilahan iklan pun dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu conversion rate, relevansi, kualitas, serta penawaran yang diberikan oleh pengiklan. Dalam praktiknya sendiri ada empat grup yang berjalan bersama, berikut ini adalah penjelasan.

1. Advertiser atau Retailer

Yang pertama ada Advertiser atau Retailer. Nah, ini adalah para pemilik bisnis atau produk yang menginginkan untuk mempromosikan produk atau jasanya melalui affiliate partner atau publisher.

2. Affiliate

Selanjutnya adalah grup kedua yaitu Affiliate. Affiliate merupakan pihak yang akan melakukan promosi produk atau jasa dari advertiser. Bentuk dari affiliate ada bermacam-macam seperti media sosial dari influencer, blog, dan termasuk juga situs review produk atau jasa.

3. Affiliate network

Kemudian ada Affiliate network yang juga memiliki istilah lainnya adalah third party tracking platform. Peran platform ini pun sangat penting sebab digunakan sebagai antara retailer dengan affiliate.

4. Affiliate manager

Terakhir yang termasuk dalam cara kerja performance marketing adalah Affiliate manager. Affiliate manager juga sering disebut sebagai OPM (outsourced program management companies).

Nah, mereka ini bisa bekerja di sebuah perusahaan ayau agency, inti dari tugas Affiliate manager mempersiapkan dan menyediakan semua kebutuhan dari advertiser maupun affiliate.

Itulah empat kelompok atau grup yang berjalan bersama untuk cara kerja dari strategi pemasaran dengan basis performa.

Keuntungan dan Manfaat dari Strategi Performance Marketing

Strategi Perfomance Marketing

Tadi juga sudah disinggung tentang keuntungan dari menggunakan strategi ini, yaitu tidak akan menyia-nyiakan pembayar sebab anda yang menggunakannya hanya perlu membayar jika target bisnis sudah tercapai.

Tapi tentunya tak hanya itu saja keuntungan dan manfaatnya. Ada berbagai keunggulan yang akan dirasakan jika memiliki strategi pemasaran dengan basis perfoma. Apa sajakah manfaatnya? Langsung saja berikut ini adalah jawabannya.

1. Iklan Bertarget

Keunggulan dan manfaat yang pertama adalah iklan bertarget, maksudnya anda tidak menayangkan iklan yang dibuat untuk semua orang, jadi hanya orang yang sesuai kriteria saja yang akan melihat iklan tersebut.

Kriteria yang seperti apa? Beberapa kriterianya antara lain adalah berdasarkan dengan minat dan konsumen kemudian jenis kelas, usia, serta lokasi target konsumen.

2. Pembayar di Akhir

Manfaat ini sudah disinggung sebelumnya. Ya, dengan pemasaran berbasis perfoma atau performance marketing ini, maka anda berkewajiban membayar jika sudah terjadi aksi yang diinginkan, yang tergantung pada jenis aksi sesuai pilihan.

Jelas berbeda dengan cara pengiklanan tradisional seperti di TV, radio, dan pemasaran tradisional lainnya yang mengharuskan anda sebagai pengguna untuk membayar terlebih dahulu, tidak peduli apakah iklan akan berhasil atau tidak.

3. Performa Lebih Terukur

Masih berkaitan dengan manfaat iklan bertarget, manfaat selanjutnya adalah performa lebih terukur. Hal ini lantaran dengan menayangkan iklan bertarget, maka anda akan lebih mudah untuk mengukur aktivitas dari iklan tersebut.

Sehingga mudah memantau performa, seperti mengetahui jumlah orang yang melihat tayangan iklan tersebut, jumlah klik dari link yang ada di iklan, hingga jumlah penjualan yang terjadi dari iklan tersebut.

Selain itu anda bisa mendapatkan data yang lebih lengkap. Data yang didapat bisa digunakan untuk pengukuran pada keberhasilan iklan dan sebagai evaluasi selanjutnya, tentang kekurangan iklan yang sudah tayang tersebut.

Itulah beberapa manfaat dan keuntungan menggunakan strategi dari pemasaran berbasis performa yang pastinya bisa anda rasakan. Di era digital seperti sekarang ini memang menggunakan cara tradisional tentunya akan ketinggalan zaman dan tak menarik lagi.

Strategi Dalam Performance Marketing

Berbagai strategi pemasaran ini bisa anda gunakan sesuai dengan campaign yang dijalankan, pilihan platform, dan juga hasil yang anda inginkan. Nah, langsung saja berikut ini adalah beberapa strateginya.

1. Cost per Impression (CPM)

Pertama ada Cost per Impression (CPM)  yang termasuk cukup populer, untuk strategi ini advertiser harus membayar sejumlah uang kepada publisher ketika iklan dipasang sudah dilihat, meskipun iklan tersebut hanya dilihat saja oleh target konsumen.

Untuk pembayarannya biasnya akan dilakukan jika iklan sudah 1.000 kali penayangan.

2. Cost per click (CPC)

Selanjutnya adalah Cost per click (CPC). Seperti namanya strategi ini mengharuskan advertiser untuk melakukan pembayaran ke publisher jika ada pengguna atau calon konsumen yang mengklik iklan yang dipasang.

3. Cost per acquisition (CPA)/pay per sale

Untuk yang satu ini akan mewajibkan para retailer atau advertiser melakukan pembayaran kepada publisher jika ada orang mengklik iklan dan melakukan tindakan seperti pembelian produk yang diiklankan atau pengisian form yang disediakan.

4. Cost per leads (CPL)/pay per lead

Ini merupakan strategi pemasaran dengan performa pemasangan iklan untuk dengan pembayaran saat terdapat lead.

Contoh tindakan yang termasuk lead yaitu seperti saat ada pengguna yang melakukan pengisian data seperti nomor telepon, email, dan sebagainya.

Itulah beberapa penjelasan performance marketing, jadi sekarang sudah tidak bingung lagi dengan pertanyaan apa itu performance marketing? Semoga bermanfaat.


Ingin mengetahui posisi paket yang sudah dikirim? Gunakan layanan cek resi dari Resimu.net!

Tinggalkan komentar