Penulis | Shafira

Diperbarui |

Kategori | Marketing

Pahami Strategi Inbound Marketing Untuk Memasarkan Produk

Cara pemasaran bisnis seiring waktu mulai berbuah, sekarang ada juga istilah strategi inbound marketing. Inbound marketing adalah strategi pemasaran yang memang sedang menjadi trend saat ini.

Tapi apakah anda tahu Apa yang dimaksud dengan inbound marketing? Untuk mengetahui soal strategi pemasaran satu ini, mari langsung saja simak ulasan lengkap di artikel kali ini.

Memahami strategi inbound marketing

Pengertian Strategi Inbound Marketing

Konsep strategi ini sudah ditemukan pada tahun 2005 oleh Brian Halligan, CEO dan co-founder HubSpot. Sejak tahun 2006, inbound marketing terus berkembang dan dianggap sebagai strategi efektif dalam menjalankan bisnis secara online.

Ya, konsep strategi ini memang sudah ada sejak lama, tapi ini terus tumbuh dan berkembang sehingga mendapatkan ketenaran dan diterapkan oleh para pelaku bisnis pada tahun 2012, dan di era sekarang ini yang semuanya serba digital.

Tapi apa yang dimaksud dengan inbound marketing? Nah, strategi inbound marketing adalah strategi pemasaran secara digital yang memaksimalkan penggunaan internet sebagai sarana dalam pemasaran bisnisnya.

Ini adalah pemasaran yang memang memanfaatkan kecanggihan teknologi, seperti memanfaatkan media sosial, website, konten digital, SEO, dan sebagainya yang membuat produk yang dipasarkan bisa mudah ditemukan oleh audiens.

Dengan demikian, strategi pemanasan ini sudah tidak lagi memprioritaskan pemasaran melalui iklan di TV, di radio, atau di billboard. Sebab sekarang lebih banyak orang yang menghabiskan waktu di dunia maya.

Sebagai contoh media sosial Instagram menjadi media terbaik untuk mengiklankan produk, hal ini lantaran pengguna aktif dari Instagram pada kuartal 1 2022 sudah mencapai 1,96 milyar orang.

Tujuan dari strategi ini sendiri adalah untuk membangun brand awareness kepada target audiens-nya. Dengan demikian nantinya audiens atau target konsumen yang tertarik dengan produk yang dipasarkan oleh brand tersebut akan secara sukarela mencari informasi seputar produk dan brand.

Karena hal tersebutlah inbound marketing bukan hanya soal membuat konten menarik untuk media sosial, website dan sebagainya untuk membangun kedekatan emosional kepada para audiens. Tapi strategi inbound marketing juga harus mencakup bagaimana produk atau brand bisa menciptakan kedekatan jangka panjang dengan audiens.

Inti dari strategi ini adalah membuat calon konsumen akan datang sendiri sehingga mencari tahu berbagai hal seputar produk atau brand. Nah, karena hal tersebutlah maka anda selaku pemilik bisnis memang harus bisa membuat para audien tertarik kepada bisnis anda. Untuk itu diperlukan proses kreatif dan usaha sekuat mungkin agar bisnis anda menjadi menarik.

Metodologi Startegi Inbound Marketing

Agar anda makin memahami cara kerja inbound marketing, maka anda harus mengetahui tentang metodologi dari strategi ini. Berikut ini adalah metodeloginya.

1. Attrack

Pertama ada tahap attrack atau menarik perhatian. Pada tahap ini maka fokus utamanya adalah harus bisa menarik perhatian kepada calon konsumen, sebab calon konsumen belum mengetahui tentang bisnis anda sama sekali, sehingga anda harus membuat mereka tahu dengan cara menarik perhatian mereka para calon konsumen.

Praktik yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian antar lain adalah dengan SEO, Content marketing, sosial media marketing, dan ada juga digital advertising. Untuk menarik perhatian pun tak harus menampilkan bisnis beserta produknya begitu saja kepada audiens. Tentunya harus ada nilai juga yang ditawarkan.

2. Convert

Setelah target tertarik dan menjadi pengikut anda, maka selanjutnya adalah menjadi mereka sebagai orang yang berpotensial menjadi pembeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Oleh karenanya, anda harus mendapatkan informasi mereka, seperti nomor telepon, alamat email, dan sejenisnya. Bagaimana cara mendapatkan? Untuk mendapatkannya, anda bisa melampirkan form, landing page, dan leading magnet.

3. Close

Selanjutnya adalah membuat calon konsumen sebagai konsumen. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan memanfaatkan informasi kontak yang sudah didapatkan sebelumnya. Anda bisa kirimkan konten yang menarik pada kontak tersebut.

Contohnya anda adalah pemilik bisnis skin care, maka bisa mengirimkan voucher diskon ke alamat email konsumen. Voucher diskon bisa membuat konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.

4. Delight

Jika sudah menarik pembeli, apakah sudah selesai? Tentunya belum selesai. Tugas selanjutnya adalah membangun hubungan dengan konsumen yang sudah melakukan pembelian produk atau jasa.

Hal ini penting dilakukan agar mereka tetap membeli produk yang dijual atau menjadi pelanggan tetap. Lebih baik lagi jika pelanggan bisa mempengaruhi calon konsumen lainnya untuk membeli produk anda.

Itulah metodologi dalam strategi inbound marketing agar bisa memahami tentang Cara kerja Inbound Marketing.

Cara Menjalankan Strategi Inbound Marketing

Inbound marketing di era digital seperti sekarang ini memang lebih relevan diterapkan, dibanding dengan strategi konvensional. Lantas bagaimana cara atau langkah dalam menerapkan strategi ini? Langsung saja berikut adalah jawabannya.

1. Riset

Pertama asli melakukan riset. Riset ini diperlukan agar anda bisa mengetahui tentang detail dari audiens atau target konsumen yang disasar, lalu cari tahu juga tentang kompetitor atau pesaing Anda dan kegiatan konten seperti apa yang mereka lakukan.

Dalam riset ini, anda bisa melakukan pengamatan terhadap pesan dan konten yang dibuat oleh pesaing, kriteria audiens yang disasar, lalu tentang respon audiens. Dengan melakukan riset anda bisa mengetahui dan menetapkan lanskap media di kategori yang diinginkan dan sesuai kebutuhan pemasaran bisnis.

2. Bangun Portal Konten

Dengan melakukan riset maka anda akan mendapatkan gambaran seputar jenis dan format konten yang tepat untuk target audiens atau calon konsumen yang disasar. Agar makin maksimal dalam membangun porta konten, maka harus juga untuk menerapkan prinsip SEO yang baik, seperti mudah dinavigasikan audiens.

Optimalkan juga dengan mematikan tiap konten yang dibuat tertaut satu sama lainnya, dan tersedia juga berbagai kategori yang ada di dalam konten yang ditampilkan.

3. Membuat Konten

Selanjutnya inilah saat anda membuat konten dengan strategi yang dikembangkan melalui hasil riset, dan buatlah konten untuk berbagai kategori konsumen. Mulai dari konten untuk calon konsumen yang baru akan mengenal produk, dan kongwn untuk konsumen yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan produk yang ditawarkan.

4. Terbitkan dan Promosi Konten

Anda selanjutnya bisa menerbitkan konten yang sudah dibuat. Jangan lupa juga untuk mempromosikan konten yang sudah dibuat, bisa mempromosikan melalui berbagai media sosial, termasuk juga paid campaign, yaitu seperti sponsored article atau influencer marketing.

5. Menjaring Prospek

Penting untuk menerapkan strategi Call-to-Action (CTA) pada portal konten anda. Seperti berlangganan majalah seputar produk agar tentang informasi produk atau konten gratis apabila mendaftarkan email atau menjadi member tetap.

Itulah beberapa cara agar meningkatkan strategi inbound marketing. Jika dibandingkan dengan outbound marketing, tentunya di era seperti sekarang ini yang serba digital strategi pemasaran inbound jelas lebih tepat digunakan. Semoga pembahasan kali ini bisa bermanfaat untuk anda.


Ingin mengetahui posisi paket yang sudah dikirim? Gunakan layanan cek resi dari Resimu.net!

Tinggalkan komentar