Penulis | Shafira

Diperbarui |

Kategori | Marketing

Manfaat Storytelling untuk Jualan dan Cara Membuatnya

Sebagai pebisnis online, ada banyak hal yang perlu Anda pelajari, salah satunya adalah storytelling untuk jualan. Teknik ini disebut-sebut sangat ampuh untuk menarik calon customer baru.

Pasalnya hakikat manusia adalah suka membeli namun tidak suka dijuali. Artinya, tugas penjual adalah memancing hasrat ingin membeli tanpa terlihat berjualan dan storytelling memegang peran penting tersebut.

Dengan storytelling atau menyampaikan cerita, orang cenderung akan lebih tertarik meskipun pada akhirnya akan Anda gunakan untuk berjualan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak penjelasan berikut.

Manfaat Storytelling untuk Jualan dan Cara Membuatnya

Manfaat Storytelling untuk Jualan

Di bagian sebelumnya sudah disinggung bahwa fungsi dari storytelling adalah memancing perhatian calon pembeli dengan sebuah cerita. Pada dasarnya setiap orang suka bercerita dan suka mengonsumsi cerita.

Inilah sebabnya banyak brand-brand besar menggunakan cerita dalam melakukan promosi produk. Untuk lebih jelas, berikut ini adalah beberapa keuntungan dan manfaat jika berjualan menggunakan storytelling.

  • Lebih mudah mendapatkan perhatian orang baru
  • Potensi iklan dibaca hingga akhir
  • Berpotensi dibagikan ke banyak orang dan menjadi viral
  • Tidak terlihat berjualan sehingga lebih mudah diterima
  • Meningkatkan brand awareness
  • Menciptakan kedekatan emosi dengan calon customer
  • Melatih kreativitas
  • Terlepas dari perang harga

Cara Membuat Storytelling untuk Jualan

Sebenarnya semua orang bisa melakukan teknik ini secara alami karena di kehidupan sehari-hari kita pasti pernah bercerita, baik dalam percakapan sehari-hari atau lainnya. Namun, untuk tujuan jualan, tentu dibutuhkan sedikit pengetahuan tambahan, yakni sebagai berikut.

1. Buat tokoh utama

Salah satu unsur yang paling penting dalam sebuah cerita adalah tokoh utama. Anda bisa menggunakan tokoh fiktif, Anda sendiri, atau calon pembeli dalam membuat storytelling untuk jualan.

Pemilihan tokoh tersebut biasanya disesuaikan dengan tujuan atau hal yang ingin dipromosikan. Apabila Anda berorientasi untuk melakukan branding, maka gunakanlah Anda sebagai tokoh utama.

Kemudian, jika Anda ingin menawarkan produk yang merupakan solusi atas permasalahan calon pembeli, silakan gunakan tokoh calon pembeli. Hal tersebut bertujuan agar mereka bisa merasakan manfaat seperti yang terdapat pada cerita.

Apabila ingin membuat cerita sekadar untuk inspirasi atau motivasi, Anda bisa menggunakan tokoh fiktif. Selain itu, menceritakan ulang kisah orang-orang sukses juga bisa digunakan.

2. Membuat konflik

Setelah terdapat tokoh utama, dalam storytelling untuk jualan Anda juga perlu menciptakan konflik atau masalah yang dihadapi oleh tokoh tersebut. Konflik akan membuat cerita menjadi menarik untuk terus dibaca hingga akhir.

Ingat, tujuan utama storytelling adalah membuat pembaca menikmati sebuah cerita terlebih dahulu. Di saat itu, Anda bisa menyisipkan pesan atau jualan karena otak kritis mereka sedang lemah sehingga efektif untuk berjualan.

Akan tetapi, konflik di sini tidak bisa dibuat secara sembarangan dan harus masuk akal. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan tokoh utama calon pembeli, maka konflik bisa diambil dari masalah mereka yang ingin diselesaikan dengan produk Anda.

Misalnya Anda menjual suplemen peninggi badan. Dari produk tersebut, Anda sudah bisa memetakan masalah atau konflik cerita seperti diejek karena tubuh pendek, ditolak pendaftaran polisi karena masalah tinggi badan, dan sebagainya.

Semakin nyata dan relevan dengan calon pembeli Anda, maka storytelling ini akan memberikan dampak yang sangat besar. Bahkan, mereka tidak akan peduli dengan harga asalkan bisa menyelesaikan masalah tersebut.

3. Menceritakan solusi

Langkah terakhir adalah menceritakan solusi yang didapatkan oleh tokoh utama dalam menghadapi masalah mereka. Di sinilah Anda bisa menggunakan storytelling untuk jualan dengan memperkenalkan produk Anda.

Jika Anda membuat tokoh dan konflik secara tepat dan relevan dengan kondisi calon pembeli Anda, maka kemungkinan besar mereka akan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Bisa jadi produk Anda akan menjadi pilihan mereka.

Solusi di sini bukan hanya berbentuk produk saja, bisa juga berupa insight, inspirasi, mindset, relasi, dan lain-lain. Jadi, agar tidak terkesan hanya berorientasi jualan, Anda bisa membuat variasi solusi dari sebuah cerita yang sudah dibuat.

Tips Membuat Storytelling untuk Jualan Semakin Cantik

Pada intinya, storytelling atau cerita hanya terdiri dari ketiga unsur di atas, yakni tokoh, masalah, dan solusi. Namun, supaya lebih cantik dan enak dibaca, ada baiknya Anda melakukan beberapa tips berikut ini.

1. Menggunakan gaya bahasa unik

Inilah salah satu keunikan dari storytelling. Meskipun menggunakan tokoh, masalah, dan solusi yang sama, bisa jadi setiap orang akan menghasilkan cerita yang berbeda.

Hal tersebut karena setiap individu memiliki gaya bercerita masing-masing. Sebagai contoh, Anda bisa melihat teman-teman Anda menceritakan sesuatu dengan berbeda baik segi intonasi, pemilihan kata, kecepatan pengucapan, susunan kalimat, dan lain-lain.

Oleh karena itu, dalam membuat storytelling untuk jualan pastikan Anda sudah menemukan gaya bercerita Anda sendiri. Satu-satunya cara untuk menemukannya adalah dengan terus berlatih menulis atau bercerita melalui lisan dan direkam.

Setelah membuat puluhan cerita, Anda akan menemukan ciri khas bercerita yang mungkin tidak terdapat pada orang lain. Gunakan ciri khas tersebut dalam semua cerita dan perkuat lagi agar Anda bisa terlihat unik dan berbeda dari penjual lainnya.

2. Mainkan emosi pembaca

Emosi juga merupakan salah satu unsur penting dalam storytelling untuk jualan. Semakin lihai Anda memainkan emosi pembaca, maka mereka akan semakin masuk ke dalam cerita dan terhipnotis membaca hingga akhir.

Beberapa jenis emosi yang bisa Anda gunakan pada sebuah cerita adalah penasaran, takut, sedih, gembira, khawatir, malu, bangga, dan lain-lain. Silakan sesuaikan dengan tujuan masing-masing cerita.

Sebagai contoh, apabila ingin membangun branding, Anda bisa menggunakan emosi sedih ketika merintis usaha namun banyak sekali masalah datang mulai dari sering ditipu dan terjerat hutang. Cara ini akan menarik simpati pembaca dan penasaran apa yang terjadi selanjutnya.

Selain itu, ketika Anda membuat cerita untuk berjualan obat jerawat, Anda bisa memakai emosi takut dan khawatir. Misalnya apabila jerawat terus dibiarkan dapat menyebabkan kanker kulit, membuat penampilan tidak maksimal, atau memicu penyakit kulit berbahaya lainnya.

3. Publikasi di platform yang tepat

Dengan modal di atas, Anda sudah bisa membuat storytelling untuk jualan yang bagus. Maka dari itu, langkah berikutnya adalah mulai mempublikasikan di platform yang tepat.

Apabila Anda lebih suka bercerita dengan cara berbicara, maka platform seperti TikTok atau Instagram Reels bisa menjadi pilihan tepat. Selain itu, YouTube juga sangat baik untuk durasi yang lebih lama.

Di sisi lain, jika lebih nyaman bercerita melalui tulisan, maka gunakan Facebook atau Instagram. Di Facebook, Anda bisa memposting di status maupun grup-grup tertentu, sedangkan di Instagram bisa melalui konten carousel atau di bagian caption.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai manfaat dan cara membuat storytelling untuk jualan. Meskipun di awal hasilnya kurang maksimal, namun dengan terus berlatih niscaya Anda akan bisa membuat cerita yang mampu membius pembaca hingga melakukan transaksi.


Ingin mengetahui posisi paket yang sudah dikirim? Gunakan layanan cek resi dari Resimu.net!

Tinggalkan komentar