Penulis | Shafira

Diperbarui |

Kategori | Insights

4 Bisnis Online Shop Tanpa Modal, Minim Risiko Cocok untuk Sambilan

Salah satu alasan mengapa banyak orang malas berbisnis adalah banyaknya modal yang perlu dipersiapkan. Namun bisnis online shop tanpa modal rupanya dapat dilakukan, keuntungan yang bisa didapatkan pun menggiurkan.

Di era digital, internet dapat membantu siapa saja untuk memulai bisnis online meskipun tanpa pendanaan awal. Pasalnya usaha online hanya memerlukan koneksi internet serta perangkat pendukung seperti smartphone atau laptop.

Jenis bisnis yang bisa dipilih pun cukup beragam, sebut saja menjadi dropshipper hingga konsinyasi. Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba mencari peruntungan di dunia online, berikut rekomendasi usahanya.

Tips memulai bisnis online shop tanpa modal

4 Bisnis Online Shop Tanpa Modal dengan Mudah

Membuka bisnis online menjadi tren usaha yang dilakukan dengan cara memasarkan jasa maupun produk melalui internet. Pelaku usahanya berasal dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga, karena bisnis ini bisa dimulai tanpa modal.

Kemudahan menjalankan bisnis olshop juga dapat dilihat dari beragam jenis usahanya. Lantas apa saja jenis bisnis yang bisa digeluti dengan memanfaatkan internet? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Dropshipper

Dropshipping merupakan suatu model bisnis jual beli, dimana penjual tidak perlu menyimpan stok barang melainkan hanya menyalurkan langsung dari supplier atau pemasok kepada para pembeli.

Sehingga pada bisnis ini pihak penjual tidak perlu menyimpan ataupun mengirim barang pesanan, karena dropshipper berperan sebagai perantara yang menjual produk supplier ke pembeli. Untuk menjadi seorang dropshipper pun caranya sangat mudah, yakni :

  • Menemukan barang apa yang ingin dijual.
  • Menghubungi pihak supplier dan meminta bergabung menjadi dropshipper.
  • Membuat akun di media sosial hingga situs e-commerce.
  • Mempromosikan produk yang dijual.

Selain bisa dijalankan tanpa modal, bisnis ini juga memiliki banyak keuntungan diantaranya proses operasional yang mudah, tidak perlu stock barang, fleksibel, hingga banyaknya variasi produk jualan.

Namun apa perbedaan dropship dan reseller? Kedua sistem jualan ini kerap disamakan, meskipun faktanya terdapat perbedaan mencolok diantara keduanya. Reseller sendiri merupakan orang yang menjual kembali, mempromosikan, hingga menyimpan stock barang jualan.

Jika dropshipper tidak perlu melakukan stock barang, reseller justru diminta untuk melakukan pembelian barang dalam jumlah besar agar mendapatkan harga lebih murah untuk selanjutnya dijual kembali.

Modal yang dikeluarkan reseller lebih banyak, karena harus menyetok barang dengan biaya yang tidak sedikit. Selain itu reseller juga harus mengurus sendiri proses pengiriman barang, berbeda dengan dropshipper yang tidak harus mengurus proses pengiriman barang.

2. Jasa Titip Barang

Usaha jasa titip barang merupakan salah satu bisnis online yang bisa dilakukan tanpa modal, karena hanya perlu menawarkan barang-barang yang ingin dititip beli orang lain.

Barang yang kerap dijastip pun beragam mulai dari pakaian, skin care, camilan, tas, sepatu, dan barang lain yang menarik dan tidak ada di kota lain. Sebelum memulai bisnis ini, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Tentukan target pasar. Contohnya ingin membuka jasa titip pakaian wanita kekinian, maka sasarannya adalah para wanita remaja atau kuliahan hingga kaum ibu muda.
  • Tentukan harga dan keuntungan yang diambil per barang yang dibelanjakan. Contohnya barang yang diinginkan pembeli seharga Rp 120 ribu, dengan tambahan biaya jastip sebesar Rp 20 ribu maka total harga adalah Rp 140 ribu belum termasuk ongkos kirim.
  • Lakukan promosi di media sosial.
  • Tampilkan foto produk yang menarik dan berkelas, dengan deskripsi produk jelas.

3. Jual Barang Sistem Pre-Order

Bisnis online selanjutnya yang patut dicoba adalah menjual barang dengan sistem pre-order atau PO. Sistem PO adalah pembeli memesan dan membayar pesanan barang ke penjual, selanjutnya penjual akan memesankan barang ke supplier atau vendor.

Pembeli hanya perlu menunggu barang pesanan dikirimkan oleh penjual, dan umumnya sistem PO dibuka dalam waktu beberapa hari atau minggu. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan jika tertarik ingin menjual barang sistem PO :

  • Tentukan barang yang ingin dijual.
  • Pilih vendor yang terpercaya, menjual barang berkualitas, serta berani memberikan diskon hingga garansi produk.
  • Buka pre-order di waktu yang tepat misalnya akhir bulan hingga awal bulan.
  • Perhatikan jumlah orderan dan catat seluruh pesanan yang masuk.
  • Buat strategi marketing yang menarik agar pembeli tertarik mengikuti pre-order, contohnya dengan memberikan diskon, gratis barang tertentu, gratis ongkos kirim, dan lain-lain.
  • Cantumkan alur pemesanan yang jelas mulai dari kapan periode PO berlangsung, kapan barang diproduksi, berapa lama waktu produksi, hingga kapan barang dikirim.

4. Sistem Konsinyasi

Dalam dunia bisnis, konsinyasi kerap diartikan sebagai sistem titip jual. Sehingga pedagang utama atau pemasok akan menitipkan barang jualan kepada penjual lainnya, dan kedua belah pihak melakukan perjanjian terkait persyaratan penjualan barang.

Bagi pihak penerima barang, sistem bisnis ini menguntungkan karena tidak perlu membeli ataupun menyiapkan modal. Nantinya ketika penjual tersebut berhasil menjual barang yang dititipkan, maka akan menerima komisi sebesar 10 hingga 60 persen bergantung perjanjian.

Barang titipan tersebut pun bisa dijual secara langsung di toko, atau dipasarkan secara online melalui olshop. Selain itu terdapat banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari sistem bisnis konsinyasi, diantaranya :

  • Tidak perlu menyiapkan modal atau membeli barang.
  • Barang yang tidak laku dapat dikembalikan ke pihak penitip.
  • Bisa menyesuaikan dengan target pasar karena dapat memilih barang yang ingin dititipkan.
  • Terhindar dari kehabisan stock

Tips Memulai Usaha Online Tanpa Modal

Bagi pemula yang baru memulai bisnis online ini, mungkin tak sedikit yang merasa kebingungan apa saja yang harus dilakukan. Tak perlu khawatir, berikut ini tips yang bisa diikuti sebagai pengusaha pemula.

Pilih Produk yang Tepat untuk Dijual

Bisnis apapun baru dapat berjalan setelah penjual memiliki produk untuk dijual. Meskipun Anda menjadi dropshipper dan tidak perlu melakukan stock barang, namun pemilihan produk yang tepat dapat menjadi kunci keberhasilan bisnis.

Untuk itu tak hanya menentukan supplier, penjual juga perlu memilih produk yang tepat mulai dari perhitungan profit, proses pengiriman, hingga kebutuhan akan barang tersebut di masyarakat.

Konsisten Memperbarui Produk

Salah satu strategi marketing dengan media internet adalah selalu melakukan pembaruan produk secara berkala, baik itu informasi hingga stok terkait produk. Hal ini dilakukan agar pembeli tidak ragu untuk membeli.

Maksimalkan Media Sosial dan E-Commerce

Pemasaran media sosial dan e-commerce perlu dimaksimalkan, terlebih ketika berjualan secara online. Pasalnya pemasaran menggunakan media sosial dapat menggunakan fitur iklan langsung ke target pasar yang diharapkan, sehingga lebih tepat sasaran dan efektif mendatangkan pembeli.

Kelola Penghasilan dengan Baik

Penghasilan yang diraih juga perlu dikelola dengan baik. Karena bukan tak mungkin sewaktu-waktu Anda telah mengumpulkan modal yang cukup sehingga dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih besar, bahkan bisa membangun bisnis sendiri.

Lakukan Evaluasi Bisnis

Selain itu penjual juga perlu melakukan evaluasi bisnis secara berkala, guna menemukan solusi tepat dari kendala usaha hingga kekurangan lain selama menjalankan bisnis. Sehingga nantinya bisnis dapat terus berkembang dan meraup keuntungan besar.

Demikianlah rekomendasi bisnis online shop tanpa modal yang cocok dikerjakan untuk tambahan penghasilan. Selamat mencoba.


Ingin mengetahui posisi paket yang sudah dikirim? Gunakan layanan cek resi dari Resimu.net!

Tinggalkan komentar